22 Februari 2013

TAKSONOMI MEDIA MENURUT PARA AHLI



            klasifikasi media pembelajaran menurut beberapa ahli:
1.       Leshin, Pollock & Reigeluth (1992)
               Mengklasifikasi media ke dalam lima kelompok, yaitu:
             1)      Media berbasis manusia (guru, instruktur, tutor, main-peran, dan kegiatan kelompok)
             2)      Media berbasis cetak (buku, penuntun, buku latihan, alat bantu kerja, dan lembaran lepas)
             3)      Media berbasis visual (buku, alat bantu kerja, bagan, grafik, peta, gambar, transparansi, dan slide)
             4)      Media berbasis audio-visual (video, film, program slide-tape, dan televisi)
             5)      Media berbasis komputer (pengajaran dengan bantuan komputer, interaktif video dan hypertext)

2.       Setyosari & Sihkabuden (2005)
               Mengklasifikasi media pembelajaran berdasarkan lima kategori. Yaitu klasifikasi media berdasarkan: bentuk dan ciri fisiknya, jenis dan tingkat pengalaman yang diperoleh, pesepsi indera yang diperoleh, penggunaannya, dan hirarkhi pemanfaatannya.
             1)      Klasifikasi berdasarkan bentuk dan ciri fisiknya
                         a.      Media pembelajaran dua dimensi
yaitu media yang penampilannya tanpa menggunakan media proyeksi dan berukuran panjang kali lebar saja serta hanya diamati dari satu arah pandangan saja. Misalnya peta, gambar bagan, dan semua jenis media yang hanya dilihat dari sisi datar saja.
                         b.      Media pembelajaran tiga dimensi
yaitu media yang penampilannya tanpa menggunakan media proyeksi dan mempunyai ukuran panjang, lebar dan tinggi/tebal serta dapat diamati dari arah pandang mana saja. misalnya meja, kursi, mobil, rumah, gunung, dan sebagainya.
                         c.      Media pandang diam
yaitu media yang menggunakan media proyeksi yang hanya menampilkan gambar diam di layar (tidak bergerak/statis). Misalnya foto, tulisan, atau gambar binatang yang dapat diproyeksikan.
                         d.      Media pandang gerak
yaitu media yang menggunakan merdia proyeksi yang dapat menampilkan gambar bergerak dilayar, termasuk media televisi dan video tape recorder termasuk media pandang gerak yang disajikan melalui layar (screen) di komputer atau layar lainnya.

3.       Seels & Glasgow (1990)
               Melakukan klasifikasi media pembelajaran berdasarkan perkembangan teknologi, mereka membagi dalam dua kategori luas, yaitu pilihan media tradisional dan pilihan media teknologi mutakhir.
             1)      Pilihan Media Tradisional
                         a.      Visual diam yang diproyeksikan
    proyeksi opaque (tak tembus pandang)
    proyeksi overhead
    slides
    filmstrips
                         b.      Visual yang tak diproyeksikan
    gambar, poster
    foto
    charts, grafik, diagram
    pameran, papan info, papan-bulu
                         c.      Audio
    rekaman piringan
    pita kaset, reel, catridge
                         d.      Pernyajian multimedia
    slide plus suara (tape)
    multi-image
                         e.      Visual dinamis yang diproyeksikan
    film
    televisi
    video
                           f.      Cetak
    buku teks
    modul, teks terpogram
    workbook
    majalah ilmiah, berkala
    lembaran lepas (hand-out)

                         g.      Permainan
    teka-teki
    simulasi
                         h.      Realita
    model
    specimen (contoh)
    manipulatif (peta, boneka)
             2)      Pilihan Media Teknologi Mutakhir
                         a.      media berbasis telekomunikasi
    telekonferen
    kuliah jarak jauh
                         b.      Media berbasis mikroprosesor
    computer-assisted instruction (pembelajaran dengan bantuan komputer)
    permainan komputer
    sistem tutor intelejen
    interaktif
    hypermedia
    compact video disc
  1. Kemp & Dayton (1985)
               Mengelompokkan media ke dalam delapan jenis, yaitu:
            1)       Media cetakan
Yaitu meliputi bahan-bahan yang disiapkan di atas kertas untuk pengajaran dan informasi. Misalnya buku teks, lembaran penuntun, penuntun belajar, penuntun instruktur, brosur, dan teks terpogram.
            2)       Media pajang
Pada umumnya digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi di depan kelompok kecil. Misalnya papan tulis, flip chart, papan magnet, papan kain, papan buletin, dan pameran.
            3)       OHP dan transparansi
Transparansi yang diproyeksikan adalah visual baik berupa huruf, lambang, gambar, grafik atau gabungannya pada lembaran tembus pandang atau plastik yang dipersiapkan untuk diproyeksikan ke sebuah layar atau dinding.
            4)       Rekaman audiotape
Pesan dan isi pelajaran dapat direkam pada tape magnetik sehingga hasil rekaman itu dapat diputar kembali pada saat diinginkan.
            5)       Seri slide (film bingkai) dan filmstrips
Adalah suatu film transparansi yang berukuran 35 mm dengan bingkai 2 x 2 inci. Bingkai tersebut terbuat dari karton atau plastik. Film bingkai diproyeksikan melalui slide proyektor. Program kombinasi film bingkai bersuara pada umumnya berkisar 10 sampai 30 menit dengan jumlah gambar 10 sampai 100 buah.
            6)       Penyajian multi-image
Media berbasis visual (image atau perumpamaan) dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Bentuk visualnya berupa gambar representasi seperti gambar, lukisan atau foto yang menununjukkan bagaimana suatu benda. Diagram yang melukiskan hubungan konsep, organisasi, dan struktur materi.
            7)       Rekaman video dan film hidup
Film atau gambar hidup merupakan gambar-gambar dalam frame di mana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar hidup.
            8)       Komputer
Mesin yang dirancang khusus untuk memanipulasi yang diberi kode, mesin elektronik yang otomatis melakukan pekerjaan dan perhitungan sederhana dan rumit. satu unit komputer terdiri atas empat komponen dasar, yaitu input (keybord dan writing pad), prosesor (CPU: unit pemroses data yang diinput), penyimpanan data (memori permanen/ROM, sementara RAM), dan output (monitor, printer).
5.       Gerlach dan Ely
            mengklasifikasikan media berdasarkan ciri-ciri fisiknya ke dalam delapan tipe, yaitu:
                         a.      Benda sebenarnya (realita): orang, kejadian, objek atau benda tertentu.
                         b.      Presentasi verbal: media cetak, kata-kata yang diproyeksikan melalui film bingkai (slide), transparansi, cetakan di papan tullis, majalah dan papan tempel.
                         c.      Presentasi grafis: bagan, grafik, peta, diagram, lukisan, poster, kartun dan karikatur.
                         d.      Potret diam (still picture): potret yang diambil dari berbagai macam objek atau peristiwa yang mungkin dapat dipresentasikan melalui buku, film rangkai (filmstrips), film bingkai (slide) atau majalah/surat kabar.
                         e.      Film(motion picture): film atauvideo tape dari pemotretan/perekaman benda atu kejadian sebenarnya, maupun film dari pemotretan gambar (animasi).
                           f.      Rekaman suara (audio recorder): yaitu rekaman suara saja yang menggunakan bahasa verbal maupun efek suara musik (sound effect).
                         g.      Program: terkenal pula dengan istilah pengajaran berprogram, yaitu sikuen dari informasi baik verbal, visual atau audio yang sengaja dirancang untuk merangsang adanya respons dari pebelajar. ada pula yang dioersiapkan dan diprogram melalui mesin komputer.
                         h.      Simulasi: peniruan situasi yang sengaja diadakan untuk mendekati/menyerupai kejadian atau keadaaan sebenarnya. Misalnya prilaku bagaimana seoarang sopir ketika sedang mengemudi yang ditunjukan pada layar video atau layar film.

6. Thomas
secara sederhana menggolongkan media pembelajaran ke dalam  tiga jenjang pengalaman, yaitu sebagai berikut.
                         a.      Pengalaman langsung (the real life experiences)
Berupa pengalaman langsung dalam suatu peristiwa (firs hands experiences) maupun mengamati kejadian atau objek sebenarnya.
                         b.      Pengalaman tiruan (the subtitute of the real experiences)
Berupa tiruan atau model dari objek atau benda yang berwujud model tiruan, tiruan dari situasi melalui dramatisasi atau sandiwara dan berbagai rekaman atau objek atau kejadian.
                         c.      Pengalaman dari kata-kata (words only)
Berupa kata-kata lisan yang diucapkan, rekaman kata-kata dari media perekam dan kata-kata yang ditulis maupun dicetak.
           Pengalaman yang paling kongkrit diletakkan pada dasar kerucut dan semakin ke puncak pengalaman yang diperoleh semakin abstrak.Berikut Kerucut Pengalaman Dale.


Refrensi : 

Azhar Arsyad. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
 Punadji, S. & Sihkabuden. 2005. Media Pembelajaran. Malang: Elang Mas.
 Heinich, dkk. 2002. Instructional Media and Tecnologies for Learning, Seventh Edition. Upper Saddle River, New Jersey Columbus, Ohio. Merrill Prentice Hall



1 komentar: