Sejarah Planet Saturnus, Setelah penemuan teleskop




Saturnus adalah planet keenam dalam  sistem tata surya. Planet raksasa  kedua ini merupakan planet yang sangat indah. Sistem cincin Saturnus memberikan pemandangan yang menakjubkan.

Sebagai  kelompok empat planet raksasa dalam  sistem taat surya, Saturnus mempunyai diameter 119.871 km dengan massa kira-kira 586,5 x 1024 kg. Massa Saturnus 95 kali massa Bumi. 

Dengan mata telanjang, sistem cincin Saturnus tidak dapat dilihat. Keindahan  Saturnus dapat kita nikmati setelah adanya  penemuan  teleskop  pada  abad  XVII. Pada tanggal 12 Juli 1981, pesawat ruang angkasa Voyager 2 berhasil mengabadikan  gambar Saturnus yang diambil dari jarak 43 juta km. 


Satelit Alam Planet Uranus





Sebelum Voyager sampai di Uranus, kita telah mengetahui bahwa Uranus memiliki 5  satelit alam. Tetapi kita tidak mengetahui banyak tentang satelit alam-satelit alam  itu karena jarak planet yang sangat jauh dari Matahari. 


Setelah Voyager sampai di Uranus,  kita mendapatkan banyak kejutan.  Voyager menunjukkan pada kita bahwa planet raksasa ini memiliki lebih dari 11  satelit alam. Data yang tercatat, Uranus paling tidak memiliki 21 satelit alam.




Dua  satelit alam terbesar adalah Titania dan Oberon, yang ditemukan oleh William  Herschel pada tahun 1787.  Dua satelit alam lainnya, Ariel dan Umbriel, ditemukan oleh William Lassell. Pada  tahun 1984, Gerard Kuiper menemukan Miranda.






Miranda mempunyai permukaan yang berbeda dengan satelit alamsatelit alam Uranus lainnya.  Permukaan Miranda memiliki  jurang-jurang besar dengan  kedalaman 12 kali lebih dalam  daripada Grand Canyon – Amerika Serikat–, lapisan yang  berpetak-petak, dan  permukaannya nampak sangat tua.




Ariel merupakan satelit alam paling terang dan permukaannya paling muda dibandingkan satelit alam-satelit alam  Uranus yang lain. Ariel memiliki beberapa kawah besar.

Atmosfer, permukaan, dan bagian dalam Planet Uranus






Atmosfer Uranus mengandung 83% hidrogen, 15% helium, 2% metana, dan  sejumlah kecil senyawa hidrokarbon (senyawa yang mengandung atom Hidrogen dan  Karbon). 

Tidak seperti Jupiter dan Saturnus, Uranus tidak menunjukkan adanya inti  yang padat. Planet ini mengandung beberapa material keras, tetapi hamper semua  bagian berupa gas dengan metana sebagai lapisan gas terluar. Metana menyerap  cahaya merah dan mengeluarkannya sebagai  cahaya biru kehijauan. Warna inilah  yang diperoleh ketika kita melakukan pengamatan terhadap Uranus. 

Warna biru pucat yang tampak pada Uranus menunjukkan adanya angin  kencang yang bertiup di permukaan planet. Diperkirakan kecepatan angin itu  mencapai 40–160 meter per detik.  

Kemiringan Planet Uranus




Ketika Voyager mendarat di Uranus, ditemukan beberapa satelit alam yang sebelumnya belum diketahui. Diketahui pula bahwa poros Uranus mempunyai  kemiringan sebesar 98° terhadap garis yang tegak lurus dengan bidang edarnya. 

Karena kemiringannya, kutub Uranus menjadi menghadap Matahari. Uranus benar Kutub Uranus  Ekuator benar seperti sedang rebah.

Karena kemiringannya, Uranus sering disebut ”planet  tidak taat aturan”. Fakta ini menyebabkan Uranus mempunyai musim yang tidak  lazim dan memberikan penampakan yang berbeda-beda tergantung dari posisi saat kita melihat Uranus.

Cincin-cincin Planet Uranus


Salah satu keunikan yang dimiliki Uranus  adalah adanya cincin-cincin dalam sistem
planet. Uranus memiliki 11 cincin tipis.




Gerakan Planet Uranus





Uranus merupakan planet ke tujuh dari Matahari dalam sistem tata surya.  Jarak rata-rata Uranus dari Matahari adalah 2.870 juta km. Planet yang  berdiameter 51.488 km ini membutuhkan waktu selama 84,01 tahun Bumi untuk satu  kali mengorbit Matahari. Untuk satu kali rotasi, Uranus membutuhkan waktu 24 jam. 

Uranus masuk ke dalam empat planet terbesar dalam sistem tata surya dan  memiliki massa sebesar 86,8 x 1024 kg. Uranus memiliki kerapatan 1,270 kg/m3. 

Suhu maksimum permukaan mencapai  −200  °C. Planet ini memiliki bentuk mirip  dengan Satelit alam. Jika dilihat menggunakan teleskop, Uranus akan tampak berwarna biru kehijauan dan tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana.  

Uranus mempunyai diameter empat kali lebih besar dari diameter Bumi. Uranus  memiliki massa 15 kali lebih besar dari massa Bumi. Uranus 19 kali lebih jauh dari  Matahari daripada Bumi



Sejarah Penemuan Planet Uranus





Uranus ditemukan oleh Herschel. Pada tanggal 13 Maret 1781 Herchel  melakukan pengamatan bintang-bintang dalam rasi bintang Gemini. Saat itu  Herschel menemukan sebuah bintang berbentuk cakram. Herschel menemukan  kejanggalan karena semua bintang, kecuali Matahari, hanya tampak sebagai titiktitik cahaya meskipun diamati dengan teleskop yang paling kuat. 

Selama beberapa malam Herschel melakukan pengamatan terhadap bintang  itu dan mendapatinya sebagai bintang bergerak. Herschel menyimpulkan benda itu  sebagai komet. 


Para ahli astronomi melanjutkan pengamatan Herschel terhadap benda yang  diduga komet itu. Dari hasil pengamatan, mereka menemukan benda itu bergerak  mengikuti orbit yang hampir bulat. Seiring dengan perjalanan waktu, akhirnya  mereka mengetahui bahwa benda itu adalah sebuah planet dan menobatkan  Herschel sebagai penemunya. 

Herschel memberi nama planet itu Georgium Sidus (Bintang George), sesuai  dengan nama raja yang berkuasa pada waktu itu –George III–. Johann Elert Bode,  ahli astronomi Jerman, menamai planet itu Uranus karena planet-planet dinamai  dengan nama dewa-dewa kuno

Susunan Tata Surya



Tata surya (Solar System) terdiri dari matahari, planet, serta benda-benda langit  lainnya seperti satelit, komet, meteor, dan  asteroid. Tata surya dipercaya terbentuk  sejak 4.600 juta tahun yang lalu, yang merupakan hasil penggumpalan gas debu di  angkasa yang membentuk matahari dan kemudian planet-planet yang mengelilingi  matahari. Matahari mengandung sekitar 99,87% bahan pembentuk seluruh tata surya.  Ada dua paham yang berhubungan dengan tata surya, yaitu paham geosentris dan  paham heliosentris. Paham geosentris  dikembangkan oleh Claudius Ptolemaeus  (Ptolemy) sekitar tahun 150 T.M. Menurut paham geosentris, bumi merupakan pusat  dari jagad raya. Bulan berputar mengelilingi bumi dengan orbit yang paling dekat,  sementara bintang-bintang terletak pada bulatan angkasa yang besar dan berputar  pada orbit yang paling jauh.


Paham geosentris bertahan hingga abad ke-16. Baru pada sekitar tahun 1543  terjadi revolusi ilmiah besar-besaran yang dilakukan oleh Copernicus. Copernicus  menggantikan paham geosentris dengan paham baru yang disebut paham  heliosentris. Menurut paham heliosentris,  yang menjadi pusat jagat raya bukanlah  bumi, melainkan matahari. Matahari berada pada pusat alam semesta, sedangkan  bumi beserta planet-planet yang lainnya  bergerak mengelilingi matahari pada  orbitnya masing-masing. Paham heliosentris mendapat dukungan dari Kepler.   Pada tahun 1609 Kepler mendukung gagasan tersebut dengan mengemukakan  tiga hukumnya yang selain menyebutkan bahwa  matahari sebagai pusat dari tata  surya, juga memperbaiki orbit planet menjadi elips. Pada tahun yang sama Galileo  menemukan teleskop. Melalui pengamatan dengan teleskop Ia menarik kesimpulan bahwa yang menjadi pusat tata surya bukan bumi, melainkan matahari. Penemuan  teleskop oleh Galileo tidak hanya menguatkan paham heliosentris dari Cpernicus,  tetapi membuka lembaran baru dalam perkembangan ilmu astronomi. 


Flag Country

free counters