3 November 2012

Lidah api matahari (prominensa atau protuberans)


Lidah api matahari (prominensa atau protuberans), merupakan gas panas yang  tersembur dengan dasyat dari permukaan matahari dan dapat mencapai ketinggian  1 juta mil. Terbentuknya lidah-lidah api selalu memancarkan aliran partikelpartikel bermuatan listrik (proton-proton dan elektron-elektron) yang melewati korona disebut angin matahari (solar wind). Ketika melintasi medan magnetic  bumi, partikel-partikel tersebut dibelokkan mengitari bumi membentuk daerah  berbentuk komet di sekitar bumi yang disebut Magnetosfer. Lidah api adalah  massa yang memijar dan muncul di sekitar bintik-bintik matahari, menjulur dari  permukaan matahari menuju ke segala arah tingginya sampai ribuan km dengankecapatan sampai ratusan km/det. Bahannya terdiri dari proton dan elektron yang  berasal dari atom Hidrogen, sebagian mencapai bumi dalam waktu 13 - 26 jam,  walaupun telah terlihat sekitar 8 menit. 

Sebelum mencapai atmosfer bumi, partikel-partikel proton dan elektron yang  bermuatan tersebut ditangkap oleh Sabuk Van Allen,  yaitu sabuk magnet yang  mengelilingi bumi, sehingga kecepatannya jadi berkurang. Partikel-partikel yang  lolos, menimbulkan aurora. Aurora disebabkan oleh tabrakan partikel-partikel  matahari dengan atom-atom oksigen dan nitrogen di lapisan atas atmosfer bumi.  Aurora terlihat sebagai secercah cahaya yang warna dan bentuknya berubah-ubah,  terdapat di daeerah kutub, karena kutub bumi menarik aurora lebih dekat.   Protuberans yang mengumpul dengan korona kemudian bergerak memutar  menurut garis-garis medan magnet matahari dan turun kembali melalui kromosfer  ke permukaan matahari disebut Prominensa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar