Home » » Penilaian Pendidikan

Penilaian Pendidikan

Meskipun kini memiliki makna yang lebih luas, namun pada awalnya pengertian evaluasi pendidikan selalu dikaitkan dengan prestasi belajar. definisi ini pertama dikembangkan oleh Ralph Tyler (1950). Ahli ini mengatakan bahwa evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagaimana tujuan pendidikan sudah tercapai. Jika belum, bagaimana yang belum dan apa sebabnya. definisi yang lebih luas dikemukakan oleh dua orang ahli yakni Cronbach dan Stufflebleam. Tambahan definisi tersebut adalah proses evaluasi bukan sekedar mengukur sejauh mana tujuan sudah tercapai tetapi digunakan untuk membuat keputusan.

Dalam pembelajaran disekolah khususnya di kelas, guru adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas hasilnya. Dengan demikian guru patut dibekali  dengan evaluasi sebagai ilmu yang mendukung tugasnya, yakni mengevaluasi hasil belajar siswa. Dalam hal ini guru bertugas mengukur apakah siswa sudah menguasai ilmu yang dipelajari oleh siswa atas bimbingan guru sesuai dengan tujuan yang dirumuskan.

Pencapain tujuan pembelajaran yang berupa prestasi belajar, merupakan hasil dari kegiatan belajar-mengajar semata. Dengan kata lain, kualitas belajar-mengajar adalah satu-satunya faktor penentu bagi hasilnya. Pembelajaran bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan prestasi belajar, karena prestasi merupakan hasil kerja (ibarat sebuah mesin) yang keadaannya sangat kompleks.

Apabila sekolah diumpamakan sebagai tempat mengolah sesuatu dan calon siswa di umpamakan sebagai bahan mentah maka lulusan dari sekolah itu dapat disamakan dengan hasil olahan yang sudah siap digunkan.

0 komentar:

Posting Komentar

Flag Country

free counters