Home » , » Manusia Bisa Tinggal di Kota Luar Angkasa pada 2100

Manusia Bisa Tinggal di Kota Luar Angkasa pada 2100



Jika memang terlalu lama mencari planet hunian alternatif yang mirip Bumi, mungkin membuat kota buatan di luar angkasa usulan yang bagus. Diperkirakan pada 2100 nanti, manusia sudah bisa tinggal di kota buatan tersebut.

Menurut Dr. Al Globus, solusi yang paling logis dalam waktu dekat adalah untuk berpindah dan berdiam di orbit Bumi. Dia memperkirakan, jika bahaya ancaman asteroid bisa dihindari, manusia bisa mulai berpindah ke orbit yang mengitari planet pada akhir abad ini.

Dr. Globus adalah seorang ilmuwan di pusat riset Nasa Ames. Bertahun-tahun, ia telah mengerjakan banyak proyek Nasa, mulai dari teleskop Hubble, ISS, pesawat luar angkasa dan banyak lagi.

Dalam beberapa dekade ini, dia tertarik untuk membuat kediaman di luar angkasa. Hal ini membuatnya menggarap ide tentang kontes Space Settlement. Kontes ini menantang para mahasiswa untuk mendesain tempat koloni manusia di luar angkasa.

"Jika ditanya apakah bisa terwujud, tentu saja bisa. Jika kita sebagai manusia mau mengambil keputusan, kita bisa melakukannya. Kita punya kemampuan, ilmu pengetahuan, uang. Apalagi? Jika tidak ada bencana besar yang mengubah Bumi dalam beberapa abad ke depan, kita bisa," kata Dr. Al Globus, seperti dikutip melalui Daily Mail, Jumat 19 September 2014.

Menurut dia, manusia bisa memiliki tempat tinggal di luar angkasa dalam hitungan beberapa dekade. Bahkan, kemungkinan dalam hitungan kurang dari satu abad.

Dr. Al Globus menjelaskan jika tempat tinggal di luar angkasa yang dimaksud bukanlah planet seperti yang selama ini dicari, melainkan mirip sebuah kota yang ada di Bumi. Sebuah kota buatan yang bisa mengorbit di samping Bumi.

"Ini merupakan tempat tinggal kita, untuk membesarkan anak-anak, di mana Anda bisa terbang mengunjungi sanak saudara yang masih tinggal di Bumi," paparnya.

Apa Itu Space Settlement?

Menurut Dr. Al Globus, Space Settlement mirip dengan sebuah kota kecil yang dibangun di luar angkasa berlokasi di orbit Bumi. Tidak seperti ISS yang hanya bisa menampung 6 orang, Space Settlement harus bisa menampung ratusan bahkan hingga ribuan orang.

Kota kecil di luar angkasa itu harus memiliki gravitasi buatan dengan cara berputar mengelilingi porosnya.

Memang tidak mudah membuat kota kecil di angkasa. Banyak kendala yang harus dihadapi, terutama terkait dengan dana, khususnya biaya untuk terbang ke luar angkasa dengan roket.

Biaya penerbangan mau tidak mau harus diturunkan agar pulang pergi dari Bumi ke luar angkasa bisa dilakukan berkali-kali.

Kendala lainnya adalah dukungan kehidupan. Koloni di luar angkasa pada masa depan membutuhkan segalanya sama dengan Bumi. Oleh karena itu, harus dibuat pertanian dalam ruangan dan juga dukungan energi solar.

Tantangan terberat adalah membuat pelindung radiasi untuk mengamankan warga yang tinggal di kota buatan itu bebas dari paparan kosmis dan radiasi solar.

0 komentar:

Posting Komentar

Flag Country

free counters