Mengoptimalkan bakat anak

Usia remaja adalah masa perkembangan yang ditandai dengan solidaritas tinggi terhadap teman-teman sebayanya. Remaja yang kurang memahami siapa dirinya, memiliki kebutuhan yang besar untuk berada dan diakui dalam kelompoknya. Hal ini seringkali membuat remaja mengikuti minat temannya, memilih bidang yang sebenarnya kurang sesuai dengan bakat serta minat pribadinya. Untuk memilih bidang-bidang yang akan dikembangkannya, remaja perlu berdiskusi, mencari masukan dan bertukar pikiran dengan orang tuanya.
            Apa yang bisa orang tua lakukan dirumah :
  •  Patoklah prestasi akademis yang tinggi namun realistis buat anak .
  • Tanamkanlah rasa optimis kepada mereka bahwa mereka bisa mencapainya.
  • Bicara dan bermain dengan anak, untuk meningkatkan kemampuan komunikasi.
  • Berceritalah mengenai berbagai peristiwa yang sedang terjadi, apa saja yang terjadi di lingkungan sekitar. Saat berbicara mengenai rutinitas harian Anda, jelaskan apa yang Anda lakukan dan mengapa. Doronglah anak untuk bertanya untuk Anda jawab, atau bisa juga bantu dia untuk menjawabnya sendiri.
  • Perhatikan apa yang mereka suka lakukan, seperti hobi menggambar, melukis, atau menggunakan angka-angka. Bantu mereka mengembangkan kesukaan itu, dan cari tahu bagaimana mereka bisa mengikuti lomba di lingkungan sekitar atau di tingkat kota.
  • Bawa anak ke tempat-tempat dimana mereka bisa mempelajari hal baru, seperti pentas musik, museum atau galeri seni.
  • Cari anggota keluarga yang bisa menjadi mentor membantu anak mengembangkan bakat mereka.
  • Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kreativitas dan bakat                  
            
a. Menciptakan lingkungan yang merangsang kreativitas
Mengembangkan rasa ingin tahu peserta didik dengan mengenalkannya pada berbagai hal atau kegiatan, misalnya dengan melakukan eksprerimen sederhana, membuat kreasi, atau mengunjungi museum.
b. Melibatkan anak dalam kegiatan curah ide (brainstorming)
Meminta peserta didik untuk  melontarkan beragam ide dalam kelompok, dan kemudian membahas ide-ide yang dilontarkan. Semakin banyak ide yang dihasilkan, semakin besar kemungkinkan munculnya ide-ide yang unik.

c. Memberikan kesempatan untuk bereksplorasi dan mencoba
Memberikan peserta didik kebebasan untuk melakukan eksplorasi, menemukan hal-hal baru, dan sesekali membuat kesalahan sehingga ia dapat belajar menelaah berbagai sudut pandang untuk memecahkan persoalan.

d. Memunculkan motivasi internal
Menghargai setiap ide maupun karya yang dihasilkan peserta didk secara proporsional. Menghindari memberi kritik yang dapat menimbulkan kekecewaan pada peserta didik. Menghindari juga memberi pujian secara berlebihan. Hendaknya, tidak selalu menghadapkan peserta didik pada situasi yang kompetitif.

e. Mengembangkan cara berpikir yang fleksibel dan playful
Melatih peserta didik untuk menelaah berbagai sudut pandang dalam menghadapi persoalan.

f. Mengenalkan anak dengan orang-orang yang kreatif
Mengenalkan peserta didik pada seseorang yang memiliki suatu karya dan diskusikan mengenai kemampuannya. Pendidik  juga dapat merancang suatu kegiatan di sekolah, misalnya dengan mengundang ahli dalam bidang tertentu untuk berbagi pengalaman.
Untuk mengembangkan bakat dan minat peserta didik, diperlukan beberapa faktor berikut :

1. Stimulasi
Faktor stimulan bakat dan minat bisa internal atau eksternal. Stimulan yang utama ialah kesadaran akan potensi diri, belajar dan terus belajar, konsentrasi dan fokus dengan kemampuan atau kelebihan diri kita. Jangan selalu melihat kepada kelemahan, karena waktu kita akan terbuang, sehingga bakat pun ikut terpendam dan minat jadi berkurang.

2. Berusaha untuk Kreatif
Berusaha kreatif dengan mencari inspirasi dari mana saja, kapan saja,dan dari siapa saja. Kreativitas akan menuntun jalan kita menuju pengenalan dan pemahaman bakat, menumbuh kembangkan minat, sehingga kita dapat mengembangkannya agar bermanfaat untuk hidup kita.

3. Pelihara Kejujuran dan Ketulusan.
Kita harus jujur mengakui bakat yang kita miliki sekalipun tidak begitu kita minati. Ketulusan menyukuri bakat dapat menumbuhkan minat meskipun perlu proses dan waktu. Bakat alami itu akan tetap ada, bisa dikembangkan dan dimanfaatkan dengan meningkatkan kekuatan minat. Misalnya, kita semua bisa menulis, bakat yang bisa menghasilkan tulisan yang lebih baik daripada orang lain. Ketika bakat itu disertai dengan minat yang kuat, maka bakat itu akan berkembang lebih pesat dan berkualitas. Bakat itu akan mengundang kerinduan untuk melakukannya kembali, seperti energi yang mensuplai kebutuhan.

Selain paparan diatas ada hal yang tidak bisa dipisahkan dalam mengoptimalkan bakat, yaitu Otak. Ada tiga tingkatan otak, yaitu otak reptile, otak mamalia dan otak neo cortex. Otak reptil berfungsi sebagai pusat kendali, sistem saraf otonomi dan untuk mengatur fungsi utama tubuh seperti pernapasan dan denyut jantung. Selain itu, otak reptil berfungsi mengatur reaksi seseorang terhadap bahaya atau ancaman dengan cara lari atau melawan. Dari otak reptil berkembang menjadi otak mamalia. Otak ini berperan dalam mengatur kebutuhan strata social, rasa memiliki atau memberikan emosi pada suatu kejadian, mengendalikan sistem kekebalan tubuh, hormon dan memori jangka panjang. Jika dihubungkan dengan memori jangka panjang maka otak ini sangat berpengaruh dalam pembelajaran. Dalam otak mamalia terdapat sistem limbic yang berfungsi sebagai saklar yang menentukan otak mana yang lebih aktif, apakah otak reptil atau otak neo cortex. Jika otak reptil yang lebih aktif maka seseorang akan cenderung bersifat marah, takut, tegang, dan stress. Jika otak neo cortex yang lebih aktif maka seseorang cenderung bahagia, tenang, dan rilexOtak neo cortex memiliki fungsi untuk mengendalikan penglihatan, pendengaran, kreasi, berpikir, berbicara, dan semua hal yang berkaitan dengan kemampuan yang lebih tinggi atau intelegensi, mengendalikan nafsu dan emosi. Otak neo cortex menutupi otak reptil dan otak mamalia. Otak reptil disebut juga dengan otak yang berfikir.

Struktur otak berhubungan dengan keberbakatan. Keberbakatan adalah kemampuan individu yang perlu dikembangkan dan diperhatikan yang terkait dengan struktur otak. Secara genetik struktur otak sudah terbentuk sejak lahir tapi berfungsinya otak ditentukan oleh cara seseorang dalam beriteraksi dengan lingkungannya. Nah disinilah bakat bisa dikembangkan dalam pembelajaran. Jadi, guru harus memperhatikan dan perduli pada peserta didiknya yang sejatinya memiliki bakat masing-masing. Anak yang berbakat akan terlihat lebih menonjol dan anak tersebut cenderung lebih kreatif. Keberbakatan anak dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya yang paling menonjol adalah gen dan lingkungan. Gen mempengaruhi sebanyak 60% dan sisanya adalah lingkungan. Anak dapat mengoptimalkan bakat yang dimilikinya (gen) jika berada dalam lingkungan yang tepat/mendukung. Ada gen tapi lingkungan tidak mendukung, tidak akan bisa. Dan pada hakikatnya semua anak itu berbakat, hanya saja bakatnya berbeda-beda. Untuk itu tugas guru sekarang adalah bagaimana caranya menciptakan kondisi/lingkungan belajar yang dapat mendukung siswa dalam mengoptimalkan bakatnya. Salah satu caranya adalah dengan cara memahami bagian-bagian otak serta aktivasinya karena berkaitan dengan keberbakatan para siswa, sehingga nantinya guru dapat membuat rencana-rencana pembelajaran yang dapat mengembangkan, mengaktifkan dan mengoptimalkan bakat siswa.

Mengukur Bakat Anak

Pengukuran bakat pada anak tidak bisa dilakukan jika masing-masing anak tesebut tidak mengetahui bakatnya  dalam bidang apa, untuk itu ada beberapa  cara mengidentifikasi    Bakat
            a.         Dengan tes bakat (aptitude test)
            b.         Dengan observasi terhadap minat
Seseorang yang punya bakat dlm bidang tertentu mempunyai minat yang kuat dalam bidang tersebut.
            c.         Dengan pengalaman atau latihan
Seseorang yang punya bakat dalam bidang    musik ketika dirinya diberi kesempatan             untuk  belajar bermain musik cenderung menampakkan hasil.
. Menurut Indah Mulatsih,( LIMA LANGKAH MUDAH MENCARI BAKAT DIRI), ada 5 cara mudah untuk menemukan bakat yang tersembunyi:

1.      Dengarkan orang lain
 “Gajah di pelupuk mata tidak kelihatan, kuman di seberang lautan kelihatan”. Ungkapan yang sama juga berlaku dalam melihat bakat tersembunyi. Dibandingkan diri sendiri, orang lainseringkali jauh lebih tahu dibandingkan diri sendiri.  Besar kemungkinannya orang lain sudah pernah (bahkan berkali-kali) mengatakan bahwa anda sangat menguasai bidang tertentu. Hanya saja selama ini mungkin anda mengabaikannya tidak menganggap serius. Sekarang saatnya mulai mendengarkan.

2.      Temukan sesuatu yang sangat mudah dilakukan
Suatu saat mungkin anda melihat seseorang (dengan jenis kelamin dan usia yang sama) begitu kesulitan melakukan sesuatu, tetapi anda bisa melakukan aktifitas yang sama dengan super mudah. Lain waktu, anda menemukan orang lain perlu ambil kursus atau sekolah khusus untuk melakukan sesuatu tetapi anda bisa melakukan hal yang sama dengan sangat mudah tanpa kursus atau sekolah khusus. Berarti aktifitas tersebut adalah bakat tersembunyi anda.

3.      Temukan sesuatu yang paling anda nikmati  
Bakat tersembunyi sering kali menunjukan dirinya sendiri ke permukaan. Adakah majalah untuk topik (atau komunitas penghobi) tertentu yang tidak bisa anda lewatkan? Atau suatu aktifitas yang sangat ingin anda lakukan tetapi selama ini tidak karena keterbatasan tertentu(waktu/biaya/alat). Besar kemungkinan aktifitas tersebut adalah bakat tersembunyi anda. Tidak ada jaminan pasti bahwa setiap yang anda sukai merupakan bakat tersembunyi anda, tetapi kerap ada diantaranya.

4.      Temukan sesuatu yang sering anda bicarakan
 Adakah topic tertentu yang anda sadari atau tidak, selalu menjadi topik anda? Suatu ketika mungkin anda membicarakan topik lain, tetapi ujung-ujungnya lari ke topik yang biasa anda bicarakan lagi. Bisa jadi aktifitas yang ada dalam topik tersebut adalah bakat tersembunyi anda, atau setidaknya terkait.

5.      Tanyakan pada orang lain
Dalam banyak hal, cara termudah dan tercepat untuk mengetahui sesuatu adalah dengan bertanya. Tanya pada siapapun yang anda pikir bisa dan bersedia memberikan penilaian yang obyektif. Tidak selalu orang terdekat [pacar/pasanga], bisa jadi mereka justru paling tidak obyektif. Minta mereka mengabaikan kebiasaan-kebiasaan buruk anda, yang anda butuhkan hanya kelebihan anda (anda tidak sedang merenungi hidup, tetapi menggali bakat tersembunyi). Sebisa mungkin usahakan dengan pertanyaan langsung “menurut kamu, apa bakat aku?”. Tanyai mereka secara terpisah, catat. Setelah semua jawaban terkumpul, perhatikan sesuatu yang paling sering disebutkan (oleh orang berbeda). Jika jumlah orang yang anda tanya cukup banyak, saya yakin pasti ada sesuatu yang sering disebutkan. Anda boleh tersenyum, karena 90% itu adalah bakat tersembunyi anda.

Setelah menegetahui bakat yang dimiliki oleh anak, kita bisa mengukur sampai sejauh mana tingkat perkembangan anak pada bakat yang dimilikinya. Menurut piaget dalam buku psikologi remaja, Perkembangan intelegensi anak mengikuti tahapan sebagai berikut :

1.      Masa sensori motorik ( 0 – 2,5 tahun )                                                
Tahap pertama bagi perkembangan intelegensi seorang anak di mulai sejak ia berusia 0 – 2,5 tahun. Masa ini merupakan tahapan untukmengenal lingkungan sehingga atas rangsangan yang ia terima dalam bentuk refleks .
2.      Masa pra – operasional
Pada tahap ke dua dari perkembangan intelegensi anak yang berlangsung sejak anak menginjak usia  2 – 7 tahun,anak mulai mampu menggunakan symbol yang mewakili suatu konsep , sehingga ia cenderung mempraktekan apa yang pernah dilihatnya.

3.      Masa konkrit operasional
Pada tahap ini anak –anak sudah dapat melakukan berbagai macam tugas. Kemampuan ini diperoleh oleh anak sejak berusia 7-11 tahun . anak mulai mengembangkan kemampuan berpikir ,yaitu mengenali sesuatu, mengingkari sesuatu, dan mencari hubungan timbal balik antara beberapa hal.

4.      Masa operasional
Ketika anak sudah menginjak usia diatas 11 tahun hingga menjadi dewasa, anak sudah mulai mampu berpikir secara abstrak  dan hipotesis. Anak sudah bias memperkirakan apa yang mungkin terjadi serta dapat menarik suatu kesimpulan.

Selain itu bisa juga menggunakan Tes Intelegensi:
 Tes intelegensi dikembangkan oleh ahli ilmuwan jiwa asal perancis, Alfred Binet. Kemudian tes tersebut disempurnakan oleh Theodore Simon, sehingga tes intelegensi pada saat itu dikenal dengan istilah tes Binet Simon. Selanjutnya, hasil tes intelegensi dinyatakan dalam angka. Angka tersebut menggambarkan hasil perbandingan antara kecerdasan dengan umur kalender. Rumus untuk pengukuran intelegensi ini dikemukakan oleh Williem Stern, seorang psikolog asal jerman yang dikenal dengan istilah  intelligence Quotient dan sering disingkat dengan IQ. 

Rumus intelegensi tersebut adalah sebagai berikut:

IQ= MA/CA X 100
Keterangan:
IQ = intelligence Quotient (perbandingan kecerdasan)
MA = mental age (umur kemampuan mental/kecerdasan)
CA = choronological Age (umur kalender)

Jenis-Jenis Bakat

Bakat merupakan suatu kondisi atau suatu kulaitas yang dimiliki individu yang memungkinkan individu itu untuk berkembang pada masa mendatang. Bakat juga berarti  kemampuan bawaan berupa potensi khusus dan jika memperoleh kesempatan berkembang dengan baik, akan muncul sebagai kemampuan khusus dalam bidang tertentu sesuai potensinya .

mengklasifikasikan jenis-jenis bakat khusus, baik yang masih berupa potensi maupun yang sudah terwujud menjadi lima bidang,yaitu:
1. Bakat akademik khususmisalnya bakat untuk memahami konsep yang berkaitan dengan angka-angka (numeric), logika bahasa (verbal), dan sejenisnya.
2.  Bakat kreatif – produktif, artinya bakat dalam hal menciptakan sesuatu yang baru, misalnya menghasilkan program komputer terbaru, arsitektur terbaru, dan sejenisnya
3. Bakat seni, misalnya mampu mengaransemen musik yang digemari banyak orang, menciptakan lagu dalam waktu yang singkat, dan mampu melukis dengan indah dalam waktu yang relatif singkat
4.  Bakat psikomotorikantara lain sepak bola dan bulu tangkis                            
5Bakat sosialantara lain mahir melakukan negosiasi, menawarkan suatu produk, berkomunikasi dalam organisasi, dan mahir dalam kepemimpinan.

Sehubungan dengan cara berfungsinya ,ada dua jenis bakat yaitu :
·         Kemampuan pada bidang khusus ( talent ) seperti pada bakat music , bakat menari , olah raga dan lain – lain
·         Bakat khusus yang dibutuhkan sebagai perantara untuk merealisir kemampuan khusus misalnya bakat melihat ruang (dimensi) dibutuhkan untuk merealisasi kemampuan di bidang teknik arsitek.
Menurut Yoesoef Noesyirwan, bakat atau kemampuan menurut fungsi atau aspkek” yang terlibat dan menurut prestasinya. Berdasarkan fungsi atau aspek jiwa raga yang terlihat dalam berbagai macam prestasi, bakat dapat dibedakan dalam:
a.       Bakat yang lebih berdasarkan psikofisik
Bakat jenis ini adalah kemampuan yang berakar pada jasmaniah sebagai dasar dan fundamen bakat, sepert kemampuan pengindraan, ketangkasan, kemampuan motorik, kekuatan badan dan anggota badan lainnya.
b.      Bakat kejiwaan yang bersifat umum
Bakat jenis ini ialah kemampuan ingatan daya khayal atau imajinasi dan intelegensi.
c.       Bakat-bakat kejiwaan yang khas dan majemuk
Bakat ini berhubungan erat dengan  watak, seperti kemampuan untuk mengadakan kontrak sosial, kemampuan mengasihi, kemampuan perasaan atau menghayati perasaan orang lain.

Bakat bukanlah merupakan sifat tunggal, melainkan merupakan sekelompok sifat yang secara bertingkat membentuk (bakat). Misalnya dalam bakat musik terdapat kemampuan membedakan nada, kepekaan akan keserasian suara, kepekaan akan irama dan nada. Bakat baru muncul atau teraktualisasi bila ada kesempatan untuk berkembang atau dikembangkan, sehingga mungkin saja terjadi seseorang tidak mengetahui dan tidak mengembangkan bakatnya sehingga tetap merupakan kemampuan yang latent

Pengertian Bakat

Bakat merupakan salah satu karunia yang diberikan Allah kepada seluruh hambanya, masing-masing orang mempunyai bakat ataupun kemampuan yang berbeda. Bakat (aptitude) mengandung makna kemampuan bawaan yang merupakan potensi ( potential ability ) yang masih perlu dikembangan atau dilatih agar dapat terwujud. Bakat berbeda dengan kemampuan (ability) yang mengandung makna sebagai daya untuk melakukan sesuatu, sebagai hasil dari pembawaan dan latihan. Bakat juga berbada dengan kapasitas (capacity) dengan sinonimnya, yaitu kemampuan yang dapat dikembangkan di masa yang akan datang apabila latihan dilakukan secara optimal

Jadi, yang disebut bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan, baik yang bersifat umum maupun yang bersifat khusus.Bakat umum apabila kemampuan yang berupa potensi tersebut bersifat umum. Misalnya bakat intelektual secara umum, sedangkan bakat khusus apabila kemampuan bersifat khusus. Misalnya bakat akademik, social, dan seni kinestetik. Bakat khusus biasanya disebut talent sedangkan bakat umum (intelektual) biasanya disebut gifted .
Pengertian bakat menurut para pakar:
1.      Crow  : Bakat merupakan kualitas yang dimiliki  oleh semua orang dalam tingkat yang beragam.
  1. William B. Michael : bakat adalah kapasitas seseorang dalam melakukan tugas, yang dedikit sekali dipengaruhi atau tergantung dari latihan.
  2. Brigham : Bakat kondisi, kualitas, atau sekumpulan kualitas yang dititik beratkan pada apa yang dapat dilakukan individu (segi performance/kinerja) setelah individu mendapat latihan.
  3. Woodworth dan Marquis : bakat adalah prestasi yang dapat diramalkan dan dapat diukur melalui tes khusus.
  4. Guilford : bakat adalah kemampuan kinerja yang mencakup dimensi perseptual, dimensi psikomotor, dan dimensi intelektual.    
Guilford juga memberikan defnisi tersendri mengenai bakat, yang menyatakan bahwa” Aptitude pertains to abilities to perform. There are actually as many abilities as there are actions to be performed, bence traits of this kind are very numerous” Guilford mengemukakan bahwa bakat (aptitude) mencakup 3 dimensi psikologis, yaitu: Dimensi perseptual, dimensi psikomotor, dimensi intelektual.
1.      Dimensi perseptual
Dimensi perseptual meliputi kemampuan dalam mengadakan persepsi, yaitu faktor-faktor yang antara lain berupa: kepekaan indera, perhatian, orientasi ruang, orientasi waktu, luasnya daerah persepsi, kecepatan persepsi dan lain sebagainya.
2.      Dimensi psikomotor
Dimensi psikomotor mencakup 6 faktor, yaitu: faktor kekuatan, faktor impuls, faktor kecepatan gerak, faktor ketelitian, faktor koordinasi dan faktor keluwesan (flexibility).
3.      Dimensi intelekual
Dari ketiga dimensi, dimensi inilah yang mempunyai implikasi yang sangat luas. Dimensi ini meliputi lima faktor yaitu:
a.       Faktor ingatan, yang mencakup: Faktor ingatan mengenai substansi, faktor ingatan mengenai relasi, faktor ingatan mengenai sistem.
b.      Faktor pengenalan, yang mencakup: pengenalan terhadap keseluruhan infomasi, golongan (kelas), hubungan-hubungan, bentuk atau strktur, dan kesimpulan.
c.       Faktor Evaluatif, yang mencakup: Evaluasi mengenai identitas, relasi-relasi, sistem dan evaluasi terhadap penting tidaknya problem ( kepekaan terhadap problem yang dihadapi).
d.      Faktor berfikir divergen, yang meliputi: faktor untuk menghasilkan unit-unit, faktor untuk pengalihan kelas-kelas secara spontan, faktor kelancaran dalam menghasilkan hubungan-hubungan, faktor untuk menghasilkan sistem, fakto untuk transformasi divergen, faktor untuk menyusun bagian-bagian menjadi garis besar atau kerangka.

Menampilkan bakat dibutuhkan motivasi kuat yang disebut minat, yakni kebebasan seseorang memilih segala sesuatu yang disukai, disenangi dan ingin dilakukan.Seorang pakar, (Gardner) mengganti istilah bakat dengan “ kecerdasan “ yang berupa kecerdasan umum maupun kecerdasan khusus. Sedikitnya ada sembilan kecerdasan atau bakat yang mungkin dimiliki seseorang, yakni logical mathematical, linguistic/verbal, visual spatial, musical, bodily-kinesthetic, interpersonal, intrapersonal, natural, dan moral/ spiritual. Teori Gardner ini menjadi pegangan bahwa setiap orang memiliki bakat unik dan berbeda. Orang tidak dapat dipaksa berprestasi di luar bakat bakat khusus yang dimilikinya .

HASRAT YANG BERPUSAT PADA PSIKOLOGI ATAU PERBUATAN KEMAUAN

Kemauan adalah dorongan kehendak yang terarah pada tujuan-tujuan hidup tertentu, dan dikendalikan oleh pertimbangan akal budi. Ciri-ciri kemauan sebagai beriikut.

a. Gejala kemauan merupakan dorongan dari dalam yang khusus dimiliki oleh manusia.
b. Gejala kemauan berhubungan erat dengan suatu tujuan.
c. Gejala kemauan sebagai pendorong timbulnya perbuatan kemauan yang didasarkan atas berbagai pertimbangan, baik pertimbangan akal/pikiran yang menentukan benar salahnya perbuatan kemauan maupun pertimbangan perasaan kemauan.
d. Dalam kemauan tidak hanya terdapat pertimbangan pikiran dan peasan saja, melainkan seluruih pribadi pertimbangan, memberikan pengaruh dan memberikan corak pada perbuatan kemauan.
e. Pada perbuatan kemauan bukanlah tidakkan yang bersifat kebetulan, melainkan tindakan yang disengaja dan pada tercapainya suatu tujuan.
f. Banhwa tujuan menjadi unifikator atau pemersatu dari semua tingkah laku manusia, dan memgkoordinasi segenaf fungsi kejiwaan menjadi bentuk kerjasam yang super harmonis.

Hal-hal yang mempengaruhi kemauan.
a. Keadaan fisik
b. Keadaan materi
c. Keadaan milieu (lingkungan)
d. Keadaan kata hati (consciensia)

MOTIF, PERKEMBANGAN DAN MACAMNYA

a. Motif
Perbuatan organisme itu dapat dibedakan : perbuatan yang refleksif dan perbuatan yang disadari.

b. Perkembangan motif
Perkembangan ini berhubungan dengan masalah kemasakan (maturation), latihan dan proses belajar.

c. Macam-macam motif

Disamping menurut Woodworth dan Marquis motif itu dapat dibedakan :
1. Motif yang berhubungan dengan kebutuhan jasmani (organie needs) yaitu motif yang berhubungan dengan kelangsungan hidup individu atau organism, misalnya motif minim, makan, kebutuhan pernapasan, seks, kebutuhan beristirahat.
2. Motif darurat (emergency motives).
3. Motif obyektif (obyective motives)
Bila individu menghadapi bermacam-macam motif pada kemungkinan respons yang dapat diambil, yaitu :

1. Pemilihan atau penolakan
2. Kompromi
3. Meragu-ragukan (bimbang)

HASRAT YANG BERPUSAT PADA KEJASMANIAN

a. Tropisme
Adalah peristiwa yang menyebabkan timbulnya gerak kesuatu arah tertentu. Gejala tropisme terdapat pada barang-barang tingkat vegetative (tumbuh-tumbuhan) dan animal (binatang).
Dengan adanya jenis perangsang yang berbeda, maka tropisme dapat dibedaa berdasarka jenis perangsangnya, antara lain :
1) Foto-tropisme (fotos = cahaya)
Yaitu tropisme yang timbul karena adanya peransang cahaya menurut arah geraknya, foto propisme dibedaan atas :
a) Foto-tropisme, positif
b) Foto-tropisme, negatif

2) Helio-tropisme (helios = matahari)
Yaitu tropisme yang timbul karena adanya peransang matahari. Menurut arah geraknya helio-tropisme dapat dibedakan :
c) Helio-tropisme pisitif
d) Helio-tropisme negatif

b. Refleks
Refleks adalah gerak reaksi yang tidak disadari terhadap peperangsang.

1) Ciri-ciri gerak refleks
a. Pada gerak terdapat hubungan erat antara perangsang dan reaksi, yakni reaksi terhadap perangsang itu.
b. Gerak refleks terjadi diluar kesadaran (tidak disadari).
c. Gerak refleks bersifat mekanis (bergerak dengan sendirinya) dan tidak mempunyai tujuan tertentu.
d. Sangat terikat oleh perangsang tertentu, tidak dikatakan bahwa setiap jenis perangsang tertentu menimbulkan gerak refleks tertentu.
e. Tidak berhubungan dengan pusat susunan urat syaraf dan bertalian dengan susunan syaraf, yakni sum-sum tulang belakang.
f. Gerak refleks merupakan cara bertindak tertentu yang dibawa sejak lahir.
2) Proses terjadinya gerak refleks
Gerak refleks adalah gearak diluar kesadaran, jadi reaksi-reaksi yang ditimbulkan tidak bersumber pada susunan syaraf (otak) tanpa suatu pertimbangan. Proses terjadi gerak refleks : perangsang pancaindera cel-cel syaraf ensoris urat syaraf mitosis reaksi.
3) Macam-macam refleks
a. Refleks bawaan : yalni refleks yang dibawa sejak lahir; disebut juga refleks asli atau refleks sewajarnya.
b. Refleks latihan : yakni refleks yang diperoleh dari latihan.
c. Refleks bersyarat : (conditioned-refleks)
Refleks ini tidak tergantung pada perangsang alam yang asli tapi timbul karena rangsang lain yang berasosiasi dengan ransangan alam tersebut.

c. Insting
Yaitu kemampuan berbuat tertentu yang dibawa sejak lahir yang tertuju pada pemuasan doronagn-dorongan nafsu dan doronagn-dorongan lain disebut instink
a) Ciri-ciri insting
1) Insting lebih majemuk dari pada refleks.
2) Instink merupakan kemampuan untuk bergerak pada suatu tujuan dengan tidak memerlukan latiahan terlebih dahulu.
3) Gerak instinktif merupakan pembawaan, kemampuan alami yang dibawa sejak lahir, jadi bukan kecakaapan yang diperoleh dari pengalaman dan latihan.
4) Gerak instinktif berjalan secara mekanis (berjalan dengan sendirinya), berjalan tanpa menggunakan kesadaran dan pertimbangan.
5) Instink sedikit banyak dapat dilatih atau diubah, disesuaikan dengan keadan-keadaan tertentu
6) Gerak instinktif berakar pada dorongan nafsu dan dorongan lain untuk mendapatkan kepuasan.
7) Gerak instinktif pada hewan sejak lahir tetap, tidak berubah, sedangka instink pada manusia berubah.

b) Macam-macam insting
Instink merupakan dorongan alami untuk berbuat tertentu demi tercapainya tujuan.
1) Dorongan untuk mempertahankan diri
2) Dorongan untuk mempertahankan jenis
3) Dorongan untuk mengmbangkan diri

Instink pada manusia
- Manusia mempunyai dorongan instink, tetapi perbuatan dan hidup manusia tidak dikuasai oleh doronga instink.
- Pada suatu kesempatan instink masih berfungsi, namun demikian pernyataan dorongan instink tersebut sudah dalam bentuk perbuatan yang dipengaruhi oleh batin manusia.

d. Automatisme
Gejala yang menimbulkan gerak-gerak terselanggara denga sendiorinya disebut automatisme.
- Autumatisme asli ; ialah gerak automatis yang tidak digerakan oleh gejala hasrat.
- Automatisme latihan : ialah gerak-gerak yang berjalan secara automatis karena seringnya gerak-gerak tersebut diulang.
e. Kebiasaan
Gerak perbuatan yang berjalan dengan lancar dan seolah-olah berjalan dengan sendirinya disebut kebiasaan
f. Nafsu
Dorongan yang terdapat pada tiap-tiap manusia dan member kekuatan bertindak untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup tertentu, disebut nafsu.
a. Macam-macam nafsu
- Nafsu individu (perseorangan)
- Nafsu sosial (kemasyarakatan)
b. Hubungan nafsu dengan persaaan
Perasaan yang hebat dapat menimbulkan bergeraknya suatu nafsu dan sebaliknya kadang-kadang nafsu kadang bisa menimbulkan perasaan yang hebat, dan adakalanya kemampuan berfikir dikesampingkan
c. Nafsu dan pendidikan

g. Keinginan
Nafsu yang telah mempunyai arah tertentu dan tujuan tertentu disebut dengan keinginan.

h. Kecendrungan
Kinginan-keinginan yang sering munculaatu timbul disebut kecendrungan.
Kecendrungan dapat dibedakan menjadibeberapa golongan :
- Kecendrunag vital (hayat)
- Kecendrungan perseorangan
- Kecendrungan sosial
- Kecendrungan abstark
i. Hawa nafsu
Kecendrungan atau keinginan yang sangat kuat dan memndesak yang sedikit banyak mempengaruhi jiwa seseorang disebut hawa nafsu.

j. Kemauan
1. Proses kemauan
Dibawah ini dikemukakan dua teori mengenai proses kemauan:

a. Teori Meuman (analisa lama)
Muman membedakan unsur motif-motif : motif dan perjuanagan
- Motif (motivasi) merupakan sebab atu gambaran penyebab yang akan menimbulkan tingkah laku, menuju pada suatu ingatan, gambaran fantasi dan perasaan-perasaan tertentu.

- Perjuangan motif merupakan usaha mempertimbangkan dengan hati nurani dan akal budi kemungkinan dilaksanakannya suatu pilihan yaitu diambil dari beberapa alternative/kemungkinan motif-motif tadi.

- Pada proses penentuaan ada penentuan dari seleksi dan pelaksanaan pilihan itu. Yaitu memilih motif yag paling baik dan paling kuat untuk dilaksanakan dengan segera.

b. Teori N. Ach (analisa baru)
Ach membedakan empat momen, yaitu :

a. Momen wujud : proses penginderaan yang kuat biasanya disertai dengan ketegangan-ketegangan bahkan sering diiringi dengan gerakan-gerakan tertentu, misal : mengernyitkan kening, mengepalkan tinju.
b. Momen obyektif : kesadaran akn adanya pengarahan pada suatu tujuan, dan ada gambaran satu tujuan. Ada antisipasai terhadap perubahan yang akan dilakukan.
c. Moment akatual : menyadari benar perbuatan apa yang akan dilakukannya.
d. Momen subyektif : ada keinginan dalam kesadaran untuk berbuat secara energik/kuat, dan ada upaya mengumpulkan usaha-usaha untuk berbuat.

Kemauan bisa menciptaka orde dan kesatuan pada setiap unsur bagian dari kepribadian ( unsur kognitif, efektif/emosi, fantasi tanggapan, minat, pikiran, dan lain-lain). Dan kemauan ini mengarahkan manusia pada tujuantujuan menurut pola-pola pembimbing atau leitmotifen tertentu.

Flag Country

free counters