Pembelajaran Bahasa

Pembelajaran bahasa asing adalah sebuah proses yang kompleks dengan berbagai fenomena yang pelik sehingga tidak mengherankan kalau hal ini bisa mempunyai arti yang berbeda-beda bagi setiap orang (Ellis, 1994). Pembelajaran ini dipengaruhi beberapa faktor. Faktor-faktor utama yang berkaitan erat dengan pembelajar adalah bahasa pembelajar, faktor eksternal pembelajar, faktor internal pembelajar, dan pembelajar sebagai individu. Bahasa pembelajar adalah salah satu gejala yang banyak diamati para peneliti untuk melihat pemerolehan bahasa asing. 


Salah satu gejala dari bahasa pembelajar ini misalnya adalah kesalahan. Dengan mengamati kesalahan yang ada dapat dilihat proses pemerolehan bahasa seseorang yang pada gilirannya pendekatan pembelajaran atau pengajaran tertentu dapat diterapkan. Faktor di luar ataupun di dalam pembelajr sendiri adalah aspek yang tidak kalah pentingnya untuk dapat memahami pemerolehan bahasa.

 Faktor di luar pembelajar misalnya adalah lingkungan dan interaksi. Dua faktor ini sangat mempengaruhi perkembangan pemerolehan bahasa asing. Sedangkan faktor internal dari pembelajar diantaranya adalah pengaruh dari bahasa pertama atau bahasa lain. Faktor lain yang tak kalah pentingnya adalah pembelajar sendiri sebagai seorang individu. Setiap pembelajar tentu mempunyai perbedaan dengan pembelajar lain. Mereka mempunyai strategi pembelajaran yang berbeda. Media pembelajaran interaktif adalah sebuah media yang dibuat guna memenuhi berbagai kebutuhan pembelajar bahasa asing pada waktu salah satu atau semua faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa kedua ini sulit didapatkan.

Pemanfaatan Perpustakaan Sebagai Sumber Belajar


Perpustakaan merupakan pusat sarana akademis. Perpustakaan menyediakan bahan-bahan pustaka berupa bahan cetakan seperti buku, majalah / jurnal ilmiah, peta, surat kabar, karya-karya tulis berupa monograf yang belum diterbitkan serta bahan-bahan non cetakan seperti micro-fish, micro-film, foto-foto, film, kaset audio / video, lagu-lagu dalam piringan hitam, rekaman pidato / dokumenter, dll.
Oleh karena itu, perpustakaan dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahaiswa dan masyarakat pada umumnya untuk memperoleh informasi dalam berbagai bidang keilmuan baik untuk tujuan akademis ataupun rekreasi.
Pemanfaatan perpustakaan sebagai sumber belajar secara efektif memerlukan ketrampilan sebagai berikut:
1.       Ketrampilan mengumpulkan informasi, yang meliputi ketrampilan: a) mengenal sumber informasi dan pengetahuan, b) menentukan lokasi sumber informasi berdasarkan sistem klasifikasi perpustakaan, cara menggunakan katalog dan indeks, c) menggunakan bahan pustaka baru, bahan referensi seperit ensiklopedi, kamus, buku tahunan, dll.
2.      Ketrampilan mengambil intisari dan mengorganisasikan informasi, seperti a) memilih informasi yang relevan dengan kebutuhan dan masalah, dan b) mendokumentasikan informasi dan sumbernya.
3.      Ketrampilan menganalisis, menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi, seperti a) memahami bahan yang dibaca, b) membedakan antara fakta dan opini, dan c) menginterpretasi informasi baik yang saling mendukung maupun berlawanan.
4.      Ketrampilan mengunakan informasi, seperti a) memanfaatkan intisari informasi untuk mengambil keputusan dan memecahkan masalah, b) menggunakan informasi dalam diskusi, dan c) menyajikan informasi dalam bentuk tulisan

SUMBER
Arief S. Sadiman dkk, Media Pendidikan, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2008

Flag Country

free counters